# Dari Abu Darda' RA, dia berkata, "Saya pernah mendengar Rasululllah SAW bersabda, 'Tidak ada di dalam suatu desa atau lembah yang berpenduduk tiga orang (atau lebih), yang tidak diadakan shalat berjamaah, melainkan syetan telah menguasai mereka. Karena itu tetaplah kalian berjamaah, sebab hanya kambing yang terpencil dari kawanannya sajalah yang dapat disergap oleh serigala.'"Kata Saib, "Maksud berjamaah adalah shalat secara berjamaah. " (Hasan)

 

# Dari Abu Hurairah RA, dia berkata, "Rasulullah SAW telah bersabda, 'Sungguh aku ingin sekali rasanya menyuruh shalat, lalu dibacakan iqamah. Kemudian aku menyuruh seseorang mengimami shalat berjamaah (menggantikan aku), lalu aku pergi bersama beberapa orang yang membawa tumpukan-tumpukan kayu bakar ke rumah orang-orang yang tidak pergi mengerjakan shalat berjamaah, aku bakar rumah-rumah mereka dengan api. "(Shahih: Muttafaq Alaih)

 

# Dari Abu Hurairah RA, dia berkata, "Rasulullah SAW bersabda, 'Sungguh aku ingin sekali memerintahkan para pemudaku untuk mengumpulkan tumpukan-tumpukan kayu bakar, kemudian aku pergi mendatangi kaum yang mengerjakan shalat di rumah-rumah mereka tanpa udzur, lalu aku membakar rumah-rumah mereka.'" [Kata Yazid bin Yazid -salah satu perawi Hadits ini] aku katakan kepada Yazid bin Asham [dalam suatu riwayat]: "Wahai Abu Auf! Jum'at lebih penting atau lainnya?" Dia menjawab, "Pekak kedua telingaku, sekiranya aku tidak mendengar Abu Hurairah yang beliau kutip dari Rasulullah SAW, bahwa Beliau SAW tidak menyebutkan shalat Jum 'at dan juga shalat yang lain. (Shahih), selain ungkapan: "Laisat bihim illatun (tanpa ada udzur)."

 

# Dari Abdullah bin Mas'ud RA, dia berkata, "Peliharalah dengan baik lima shalat ini ketika dikumandangkan adzan, karena lima shalat jamaah itu termasuk di antara beberapa jalan petunjuk. Sesunggunya Allah telah memperlihatkan jalan-jalan petunjuk kepada Nabi-Nya SAW. Sungguh kami benar-benar ingat, bahwa tak seorang pun yang meninggalkan shalat berjama'ah, kecuali orang munafik yang jelas kemunafikannya. Sungguh kami ingat, bahwa seseorang itu dituntun antara dua orang di kanan kirinya, sampai dia diberdirikan di shaf shalat. Tak ada seorang pun di antara kamu, kecuali mempunyai masjid (tempat shalat) di dalam rumahnya. Seandainya kamu mengerjakan shalat dalam rumahmu, lalu meninggalkan masjid-masjid kamu, berarti kamu telah meninggalkan sunah-sunah Nabi kamu, dan jika telah meninggalkan sunah Nabi kamu, pasti kamu telah kafir. (Shahih: Muslim) dengan lafazh, "ladhalaltum (pasti kamu tersesat), dan inilah yang lebih terjaga.

 

# Dari Ibnu Abbas RA, dia berkata, "Rasulullah SAW bersabda, 'Barang siapa yang mendengar panggilan adzan, sementara tidak ada udzur yang menghalanginya untuk memenuhi panggilan adzan tersebut, maka tidaklah diterima dari padanya shalat yang telah dikerjakannya." Para sahabat bertanya, 'Apakah udzur itu?" Beliau SAW menjawab, "Takut bahaya atau sakit." (Shahih), tanpa ada kalimat tentang "Udzur ", dan juga dengan lafazh "La shalaata lahu (tidak ada shalat baginya).

 

# Dari Ibnu Ummi Maktum, bahwasanya dia pernah bertanya kepada Nabi SAW, maka dia berkata, "Wahai Rasulullah! Sesungguhnya saya seorang laki-laki yang buta, rumah jauh, dan penuntun jalan saya tidak serasi dengan saya. Karena itu, apakah ada keringanan buat saya untuk Shalat di rumahku? "Beliau bersabda, "Apakah kamu mendengar seruan adzan?" Kata Ummi Maktum, "Ya, beliau SAW bersabda, Aku tidak mendapatkan keringanan bagimu (untuk meninggalkan Shalat berjamaah)'" (Hasan: Shahih)

 

# Dari Ibnu Ummi Maktum, beliau berkata, "Wahai Rasulullah! sesungguhnya di kota Madinah banyak binatang berbisa dan binatang buasnya. " Nabi SAW bersabda, "Apakah kamu mendengar seruan adzan 'Hayya 'alash shalaah, Hayya 'alal falaah?'Karena itu, penuhilah!" (Shahih)

 

[Dikutip dari Shahih Sunan Abu Daud 1/224-227 - Bab Shalat - Ancaman meninggalkan shalat berjamaah]